Ilmu Pelet Sakti (Untuk Menaklukan Hati Wanita)

JASA PELET – Dewasa ini kita mengetahui beberapa presisi dasar dibalik mangsa/rupa dalam mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Bisa jadi sebuah alternatif yang tepat meskipun itu sama sekali bukan dasar agar kita bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Jenis pelet yang bermacam jenis seolah menjadi hal perogatif dalam aspek inaguratif sebuah pilihan yang menyudut pada lingkup sekitar kita. Penggunaan JASA PELET pun kerap kali menjadi hal yang tak biasa mengingat penyalah gunaan yang sering kali menyimpang. Oleh karena itu banyak yang sebenarnya kurang mempercayai apa itu JASA PELET ataupun yang lainnya sebab itu hal yang wajar saja karena memang sama sekali bukan hal yang umum untuk kita ketahui. Hanya saja apakah benar demikian? Bagaimana jenjang hal lainnya yang berkaitan dengan kehidupan kelak? Ilmu itu memiliki dasar apa? Apakah semua orang dapat mempelajarinya? Akan saya bahas lebih lanjut mengenai itu.

jasa pelet

Diucapkan dengan lisan, yaitu cinta diucapkan kepada seseorang yang kita cintai, dan itu termasuk sunnah karena Rasulullah sendiri menganjurkannya. Adapun bila pasangan kita buruk (tidak sesuai harapan), maka itu adalah ujian bagi kita untuk menjadi hamba-Nya yang bersabar dan bersyukur. Karena surgalah tempat mereka yang mampu bersabar dan bersyukur. Cinta yang baik juga harus bisa membuatmu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Bila cintamu membuat hidupmu lebih buruk, maka jangan takut untuk melepaskannya pergi. Namun ada aturannya, yaitu cinta diucapkan kepada yang sudah mukhrim (halal), teman yang shalih, dan yang paling penting adalah kepada orang tua.

Letak keberuntungan itu salah satunya terlihat pada penjelasan Imam Ibnul Qayyim Aljauziyyah, “Cinta akan musnah seiring dengan musnahnya sebab.” Orang yang mencintai karena rupa, cintanya akan lenyap seiring pudarnya keelokan. Seseorang yang mencintai Allah Swt juga akan menyadari tugasnya, yakni menghamba kepada-Nya. Hari-hari akan dilaluinya dengan berbuat apa saja yang disukai Allah dan menjauhi segala yang dibenci-Nya. Adalah tugas para pecinta selalu memberikan yang terbaik bagi kecintaannya, maka beruntunglah orang yang berhasil meletak cintanya kepada Allah. Perjuangannya dalam cinta itu akan membawa kebaikan bagi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Orang yang mencintai karena harta, cintanya akan tergerus seiring berkurangnya harta.  Orang yang mencintai karena kedudukan, cintanya akan habis sejalan dengan merendahnya kedudukan. Berbeda, orang yang saling mencintai karena Allah Swt tidak mengenal kekadaluarsaan cinta, sebab Allah yang menjadi tempat bersandarnya cinta itu tidak pernah musnah.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s