Keran Air

5 08 2007

Ada seorang yang hidup di daerah pedalaman yang selama hidupnya belum tersentuh kemajuan dunia modern. Suatu saat ia diajak oleh anaknya mengunjungi ibu kota untuk sekedar menikmati dan mengetahui adanya gaya hidup yang lain dari yang biasa ia hadapi. Selama di kota ia tinggal di hotel yang aduhai mewahnya. Segalanya bagai mimpi. Ia merasakana adanya surga di dunia.

Bayangkan saja, Masuk di kotak kecil, berdiri beberapa menit, tiba-tiba saja sudah berada di lantai yang tinggi (lift). Hanya dengan menekan sebuah alat kecil (remote control), tiba-tiba sebuah kotak mengeluarkan sinar, dan di dalamnya ada gambar hidup (televisi). Ia tak habis-habisnya berdecak kagum akan segala keanehan dunia ibu kota yang belum pernah ia alami sebelumnya. Baca entri selengkapnya »




Kembang Bakung

5 08 2007

Seorang anak sambil menangis kembali ke rumah. Ia menangis semakin keras ketika bertemu ibunya. Ia merasa segala usahanya tidak dihiraukan baik oleh guru maupun teman-teman kelasnya. Ia telah berusaha, namun seakan-akan usahanya tidak layak dihargai. Ia menjadi benci akan teman-temannya. Ia menjengkeli gurunya.

Setelah mendengar keluhan anaknya, sang ibu bertanya: ‘Pernahkan engkau memperhatikan kembang bakung milik tetangga di lorong jalan ke rumah kita?’ Anak itu menggelengkan kepala. Baca entri selengkapnya »




Kekuatan Sebuah Surat

5 08 2007

Anda tentunya mengingat seorang aktor yang bernama John Wayne. Namun mungkin Anda tidak mengetahui apa yang terjadi padanya sebelum ia meninggal. Inilah ceritanya!

Anak perempuan Robert Schuller, Cindy, mengalami kecelakaan sepeda motor dan salah satu kakinya harus diamputasi. John Wayne merupakan penggemar berat Robert Schuller. Ia mendengar Dr. Schuller berkata pada salah satu program yang dibawakannya bahwa anak perempuannya mengalami kecelakan dan kakinya harus diamputasi. Baca entri selengkapnya »




Kekuatan Sebuah Pujian

5 08 2007

(Pujian adalah bunyi yang paling indah dari segala jenis bunyian).

Ada dua gadis bekerja pada sebuah perusahaan yang sama. Nona Wang dan Chang. Keduanya memiliki karakter yang berbeda dan karenanya tak dapat sharing atau bertukar pikiran bersama. Walaupun keduanya tidak saling membenci, namun mereka bukanlah sahabat karib dan tak saling mengagumi cara kerja serta sifat masing-masing. Baca entri selengkapnya »




Kebijaksanaan Penggali Tambang

5 08 2007

Ada beberapa penggali tambang. Setiap hari mereka bekerja dalam tambang. Karena tambang itu kaya mineral alam, maka sudah beberapa tahun mereka tak pernah pindah tempat kerja. Jadi bisa dibayangkan bahwa semakin digali tambang tersebut semakin dalam. Hari itu mereka berada di dasar terdalam dari tambang itu.

Secara tiba-tiba semua saluran arus listrik dalam tambang itu putus. Lampu-lampu semuanya padam. Gelap gulita meliputi dasar tambang itu, dan dalam sekejap terjadilah hirup pikuk di sana. Setiap orang berusaha menyelamatkan diri sendiri. Namun mereka sungguh kehilangan arah. Setiap gerakan mereka pasti berakhir dengan benturan dan tabrakan, entah menabrak sesama pekerja atau menabrak dinding tambang. Situasi bertambah buruk disebabkan oleh udara yang semakin panas karena ketiadaan AC. Baca entri selengkapnya »




Karet Gelang

5 08 2007

Suatu kali saya membutuhkan karet gelang, satu saja. Shampoo yang akan saya bawa tutupnya sudah rusak. Harus dibungkus lagi dengan plastik lalu diikat dengan karet gelang. Kalau tidak bisa berabe. Isinya bisa tumpah ruah mengotori seisi tas. Tapi saya tidak menemukan satu pun karet gelang. Di lemari tidak ada. Di gantungan-gantungan baju tidak ada. Di kolong-kolong meja juga tidak ada.

Saya jadi kelabakan. Apa tidak usah bawa shampoo, nanti saja beli di jalan. Tapi mana sempat, waktunya sudah mepet. Sudah ditunggu yang jemput lagi. Akhirnya saya coba dengan tali kasur, tidak bisa. Baca entri selengkapnya »




Kamu Berharga

28 07 2007

Suatu ketika, ada seorang pembicara memulai kotbahnya dengan mengeluarkan selembar uang seratus ribu yang baru. Trus dia bertanya “Siapa diantara kamu yang mau uang ini?”
Langsung aja pada mengangkat tangannya, banyak banget. Katanya lagi ” Oke deh, ini bakal saya kasih, tapi sebelumnya biar saya melakukan hal ini”. Si pembicara ngeremes uang kertas seratus ribu itu, jadi cuma sekuntel doang. Trus dia buka lagi ke bentuk semula : lembaran seratus ribu, tapi udah kucel banget. Lalu dia tanya ” Siapa yang masih mau uang ini?” Tetep aja pada angkat tangan, sebanyak yang tadi. Baca entri selengkapnya »